Apa Itu MSFQ ?

Apa Itu MSFQ / HSQ ?

 

1.      Dasar Pemikiran

 

Banyak para kalangan memahami tentang sejarah kodifikasi AL Quran, mula pertama di bukukan dalam suatu kitab yang disebut manaskrip di zaman ke khalifahan Abu Bakr asidiq Ra atas ide dari umar bin khotob Ra, bahkan yang memprihatinkan adalah perdebatan panjang yang tak kunjung usai sekitar kodifikasi Al Quran pada zaman khalifah Usaman Ra, ada unsur kepentigan kekuasaan / politik dengan salah satu argumentasinya bahwa kenapa usman ra justru membakar semua mshaf-mushaf yang ada dan hanya mensahkan kodifikasi Al Quran dari hasil kerja team panitia yang dibentuk olehnya saja.

 

Jika kita jeli mempelajari histori kodifikasi Al Quran secara lengkap ternyata Al Quran sudah dibukukan sejak zaman Nabi mkhammad SAW sendiri semasa hidupnya, memang belum terkodifikasi sebagimana terkodifikasinya sejak zaman kha;ifah usman Ibnu Affan ra dan bahkan ketegasan nama belum benama Al Quran, akan tetapi masih dalam bentuk   kumpulan kalam Illahi dengan berbagi macam sebutan untuk menamakan wayu Allah itu Al Quran..

 

Disini yang menjadi menarik pada pertanyaan apa bentuknya dan buktinya, kita mencoba kilas balik 1400 tahun yang telah berlalu bagaimana proses turunnnya kalam illahi tersebut.

 

Bahwa pada zaman Nabi Saw Al Quran turun secara acak dan tida berurutan sebagaimana umumnya kita kenal saat ini, 5 ayat,  surat Al Alaq yang pertma kali turun (digua hiro’Bacalah) adalah surat pertama yang kemudian dibukukan disusun dalam kodifikasi Al Quran yang sekarang kenal,   justru pada urutan surat yang ke QS 96, dan Ayat Yauma Akmaltu …. turun terakhir yang kemudian dijadikan insipirasi materi khotbah Rosuul Saw pada sat haji wada’justru ditempatkan di bagian surat Al Maidah yakni urutan  Surat  Al Quran Nomor ke 5.

 

Bagaiamna bentuk Al Quran turun apakah dengan model komunikasi lisan atau tulisan dan pada saat bagaimana ayat –ayat Al Quran ditterima oleh Nabi LLah Saw, ketiga apakah ayat-ayat Al Quran turun sudah terkumpul dalam suatu kesatuan surat dan apa turunnya ayat berurutan dalam suatu surat Al Quran .

 

Pertama,  diriwayatkan suatu ayat Al Quran turun  seperti ada suarra gemuruh,ada sura lonceng ada hembusan angin yang kencang dan peristiwa-peristiwa lain, jadi disini dapat ditark pemahaman bahwa ayat Al Quran turun memlaui model komunikasi Illhiyah yakni antara komunikasi Alllah dan mukhammad Saw saja yang saling memahami dan difahami, yang kemudian ,mukhammad Saw memahami dan kemudian mebahasakan dalam bentuk bahasa lisan agar masyrakat memahami.

Kedua dalam saat apa ayat Al Quran, Ayat Al Quran turun pada saat nabi dalam perjalan,dalam peperangan, sedang duduk dimasji,pada saat nabi jalan, bahkan pada sat nabi sedang bersama istrinya artinya ayat-ayat Al Quran turun dalam berbagai peristiwa aktivitas kehidupan mukhammad Saw. Disini bisa ditarik pemahaman juga bahwa banyak ayat turun kadang hanya berjumlah 1 ayat,2 ayat saja, atau 5 ayat saja,  dimasa kemudian,  ayat kelanjutannya seperti Surat Al Alag yakni awalnya 5 ayat beberapa tahun kemudian 14 ayat berikutnya, demikian juga surat Al maidah ,ayat Yauma akmaltu itu kenmudian terletak dibagian akan akhir surat al maidah.

 

Dari peristiwa turunnya ayat-ayat sebagimana diatas  Prof Dr Suhaya Guru Besar UIN banda Aceh mengatakan a.l “Di dunia jika ada kitab yang turunya tidak sistimatis (acak) itu lah hanya Kitab Al Quran” . Lalu siapa uyang menyusun ayat ini termasuk, dalam surat ini,  dan ayat itu termasuk dalam surat itu, dan dimana kemudian yang mengatur tata letak urutan Nomor Surat.

 

Banyak riwayat yang menyatakan bahwa yang memerintahkan ayat a termasuk dalam bagian surat a, ayat b termasuk bagian suarat b,kemudian surat Al Alaq diletakkan dalam urutan surat yang ke 96, Surat al Fatekhah yang termasuk tergolong surat Al surat Al Madaniyah justru diletakkan dalam urutan yang pertma, padahal jika ditinjau dari masa waktrunya adalah surat yang turun hampir-hampir akhir karena di madinah.

 

Banyak riwayat menyatakan bahwa bilama Rosul menerima Wahyu, se – usainya  malakit jibril kembali ke alamnya adalah Rosulullah Saw selain memanggil para sahabat utamanya untuk menghafal dan juga rosul memanggil para sekretarisnya seperti Zaid bin sabit dan lain-lain untuk langsung menulisnya baik di daun kurma, dikulit-kulit, dibatang-batang pohon dan lain-lain. Disisni artinya apa?, ayat Al Quran keontetikannya terjaga karena dari hafalan para sahabatnya, juga ternyata sudah ada yang tertulis.Kemudian Jika sudah dihafalkan para sahabat Rosul menuntun para sekretarisnya ayat ini diletakan disurat ini .lalu surat ini urutannya di nomor sekian, semua itu dilakukan sendiri oleh Rosul Saw, dari peristiwa tersebut  artinya apa ? karena rosul berbuat-tidak berbuat adalah Wahyu Allahi ( Al uran Berjalan dalam istilah Aisyah Ra) maka , tuntunan rosul kepada para sekretarisnya adalah juga tuntunan Illahi juga hanya me;lalui Mukhammad Saw. Kemudian pada bulan romadlon rosul betrtadarus dengan malakiat jibril hingga khatam ,artinya baik cara baca, model tulusan dan tata letak itu dikonfirmasikan dan dibawah control malaikat jibril..

 

Jadi, kodifikasi pada zaman Khalifah Abu Bakar ra itu pada dasarnya mengumpulkan tulisan-tulisan saja yang ada ditangan beberapa sahabat,dikulit,dipohn ditulang-tulang yang kemudian di bundel oleh para para sahabat dengan disaksikan oleh sahabat penghafal Al Quran dan bahkan ketua team kodifikasinya Justru Sekpri Rosul yakni Zaid bin Zabit.

 

Lalu terpikirkankah oleh kita apakah tata letak urutan surat itu tidak ada maksud Allah atau dengan kata terstruktur dan tersistemnya kodifikasi Al Quran hingga saat ini tidak mengandung hikmah, tidak mengandung Filosofi atau tidak ada manfaat dan makna terntu,  itu tidak mungkin karena Apalagi Al Quran Wahyu Allah ,semutpun dan bahkan bakteri dan racunn pun ternyatada memili ki makna, ada maksudnya, ada filosofi dan ada manfaatnya. ( Aku yang menurunkan Al; Kitab (Al Quran) dan Akulah sendiri Yang Menjaganya )  inilah salah wujud real kebenaran ayat tersebut, yang kemudian ditemukannya computer dan perekam-perekam canggih dan digital (hardisk, Flasdisk)  dewasa ini, itupun menunjukkan Allah masih dan akan senatiasa Aktif menjaga kitabnya AL Quran. Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.”QS.15:9

 

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (dari usaha orang-orang yang bermaksud mengubah atau memalsukan sebagian atau seluruhnya).” QS. Al Hijr:9

 

2. Pengertian Apa Itu MSFQ/HSQ ?

 

MSFQ/HSQ adalah singkatan dari, Metode Struktur dan Format Al Quran atau HSQ Al Quran di Ekslplor kandungan-kandungan Maknanya dari berbagai sudut potensi dan  kemampuan akal dan hati Manusia

 

Dengan kata lain MSFQ /HSQ adalah suatu metodelogi memahami Al Quran dari Sstruktur dan Format  (Tata Disain) Al Quran, Hiptesistersebut dimabil berdarkan Asumsi Al Quran itu terstruktur sebagaimana wujud sekarang yang kita kenal yakni Al Fatekhah Surat ke 1, An Nas Surat ke 114. Itu bisa diungkap maknanya jika kita menggunakan Numerik, dari metodelogi Numerik inilah akan terukurnya  format al Quran itu secara, tersistem secara ketat karena saling terkait, dari tersistem terkait inilah muncul pola yang tegas yang bilamana kita katagorikan dari salah cabang metodelogi ulumul qur’an disebut metode munasabah (ilmu korelasi ayat bil ayat,surat bil surat) atau bahasa mudahnya,  memahami Al Quran dengan Al Quran dalam mengungkap makna simbolik, Atau dengan metode HSQ/ MSFQ ini al hasil Ternyata AL Quran Bisa menjelaskan dirinya sendiri.

( Secara panjang panjang lebar dibahas secara menarik pada programTrainning HSQ- Profil bisa dikases http://www.msqspirit.com)

 

Dalam upaya pengungkapan dan eksplorasi makna simbolik inilah agar tidak liberal atau mengandalkan kebebasan otak manusia belaka  maka perlu metodelogi-metodelogi ulumul Quran disandingkankan dengan  teori matematika (numerik) dan juga dengan perspektif berbagai keilmiahan lain sebagi pendukung sekaligus sebagai pengontrol.

 

Kesimpulan MSFQ adalah HSQ adalah Salah satu bentuk study keilmuan / metodelogi dalam upaya memahami Al Quran secara  universal, Logik dan Komprehenship yang bersandarkan dengan metode kreatif / alternatif (ijtihadi).

 

Apkah benar Al Quran itu tersistem dan terstruktur, tersistem dan terstruktur beberarti tidak saling bertentengan akan tetapi saling melengkapi menjadi suatu bangunan yang kokoh,dan inilah salah satu mukjizat Al Quran daripada kitab-kitab agama lain, dalilnya bisa kita perhatikan maksa salah ayat sebagai berikut “Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu bukan dari sisi Alloh, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.”

QS. 4:82

 

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (dari usaha orang-orang yang bermaksud mengubah atau memalsukan sebagian atau seluruhnya).” QS. Al Hijr:9

 

3.Apa Perlu Metode MSFQ/ HSQ.

 

Jika kita perhatikan dinamica potensi keilmuan manusia yang terus berkembag dan saling menyempurnakan maka MSFQ//HSQ Itu penting karena coba kita simak tabel study komperatih berikut ini :

 

                                               

Al Quran Sebagai?

 

Metode Tafsir/Translate

 

 

Metode MSFQ/ HSQ

 

Mayoritas masyarakat muslim memosisikan Al Quran sebagai Bahan Bacaan

 

Al Quran adalah Blue print Alam manusia termasuk Manusia dan perdabannya  

Aktualisasinya membaca untuk dapat pahala

Al Quran perlu tidak hanya cukup dibaca akan tetapi perlu dikaji terus menerus untuk memecahkan masalah sebagai pedoman kehidupan atau terus perlu dieksplora Misi dan Visi yang terkandung didalamnya

 

Hasil Ekplorasinya Figih, Tarich dan Ajaran Moral

Hasil Eksplorasinya dalah Ilmiah dan Numerikal ,universal dan komprehenshiep. Outpunya

Yakni Ilmu –ilmu Psikologi ,Biologi,Fisika, Kimia, Kedokteran, Astronomi, Teknik Sipil   dan lain-lian

 

Disarankan Baca Al Quran Per rukuk atau Persurat

 

Khatamkan Al Quran Perjuz

 

 

Al Qur’an, dibacanya saja merupakan ‘ibadah. Jika difahami, dieksplor keilmuan dan  maknanya dan diamalkan dalam kehidupan, maka menjadi petunjuk yang menerangi menuju jalan yang benar, lurus dan mengantarkan pada kebahagiaan bagi yang mengamalkannya tersebut. “Seutama-utama ‘ibadah ummatku adalah membaca Al Qur’an,” Al Hadits. Al Qur’an diturunkan dengan dengan tujuan sebagai pedoman hidup / solusi permasalahn hidup bagi manusia artinya Al Quran sebagai Huda al Quran menyimpan segala jawaban berbagai peristiwa dan persoalan-persoalan kehidupan, akan terungkap jawabannya, tentunya jika menggunakan berbagi ilmu dan metode-metodelogi
“Alloh menganugerahkan Al Hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah (yang mau merenungi isi kandungan Al Qur’an dan Ad Sunnah) yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Alloh). ”QS. AlBaqoroh: 269.

 

4.Penutup/ Apa MSFQ Termasuk  Ululmul Quran ¿

 

Dari pembahsan singkat ini diharapkan dapat memberikan pengantar pada pemahaman bahwa MSFQ adalah metodelogi saja , jika perlu diperbaiki dan dan disempurnakan itu metodenya bukan Al Quraannya, Ulumul  Quran seperti takwil , asbabul nuzul itupun metodelogi untuk memahami Al qur’an , hasil dari ijtihat para ulama’ pada zamannya , jika bisa disepakati MSFQ / HSQ adalah metode baru berarti itu ijtihat juga , apa resikonya jika salah, jika benar dapat 2 pahala , jika salah dapat satu pahala,dapat dosa yang taglid buta .

 

Apa MSFO menggunakan salah satu  metode Ulmulmul Quran , Jelas MSFQ / HSQ memang menggunakan salah satu metode ulumul Qur’an dalam memahami Al Quran yakni metode Munasabah.  bahkan MSFQ/ HSQ komprenshiep karena semua ilmu dijadikan bahan dasar untuk mengekplor makna simbolik Al Quran.

 

Apa controlnya, MSFQ di kontrol dengan Ilmu-ilmu syariah dan juga Ilmu Pengetahuan, jadi Qontrol dilakukan oleh para Ulama dan sekaligus para  akademisi.

 

Jika Metode MSFQ / HSQ belum pernah ada di dalam istilah ulumul Quran, diadakan juga tidak dosa. Karena MSFQ pada dasarnya alat bantu  atau tool saja dalam memahami Al Quran dan sebagai pemerkaya  khasanah metodelogi-metode  dalam upaya memahami Al Quran, dengan kata MSFQ/ HSQ  bukan untuk menghilangkan metode yang sudah ada akan tetapi saling melengkapi dan menyempurnakan.Harapan dengan adanya penyempurnaan bersama atas metode MSFQ/HSQ ini,  Insya Allah akan berdampak positif guna membuka perdebatan kita lebih luas,  tidak hanya masalah figih dan historis ( meratapi sejarah dan menyalahkan peristiwa sejarah)   Ke khalifahan saja yang akhirnya justru semakin bertambahnya mahzab dan aliran –aliran didalam satu Tuhan, Satu Nabi , Satu Kitab dan padahal Satu Saudara (ukhuwah islamiyah). 

 

Semoga Allah meridhoi dan kita bisa merenung bersama bahwa begitu kaya samudra keilmuan Al Qura.Wabillahittufiq Wal hidayah Wassalamulakum wr wb. 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: